Total Tayangan Halaman

Minggu, 18 September 2011

Bocah Jalanan Sang Inspirator

Setelah hampir satu jam menunggu, akhirnya bus yang kutunggu datang juga.Aku pun segera menaikinya dan menduduki sebuah bangku kosong.Penumpang bus ini terlihat sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB ,akhirnya permainan gitar dan suara merdu dari dua orang pengamen cilik mencuri perhatianku. Usia mereka masih sangat muda dan wajah kusam mereka yang terlihat sangat lelah tak mampu menyembunyikan kepolosan mereka. Usai membawakan beberapa lagu dan meraih sejumlah uang receh hasil mengamen, mereka pun menduduki bangku kosong di deretan sebelahku.

Aku berusaha untuk beristirahat namun entah kenapa, aku tak bisa mengalihkan perhatianku dari kedua pengamen cilik tadi. Kelihatannya, tidak ada yang istimewa kecuali permainan gitar dan olah vokal dari anak – anak jalanan seusia mereka. Penampilan mereka tidak berbeda dengan kebanyakan anak – anak dan pengamen jalanan di Jakarta. Namun sepanjang jalan pandanganku selalu tertarik untuk melihat ulah mereka, cara mereka berbicara dan bercanda. Dan dorongan untuk mengenal mereka lebih dekat terasa semakin kuat.
  Setibanya di terminal Blok M, aku pun turun dan mencoba untuk menyapa dua pengamen cilik tadi. Awalnya mereka bersikap agak tertutup namun akhirnya aku berhasil membujuk mereka untuk mau kutraktir makan di sebuah warung bakso di area terminal. Sambil menikmati bakso, aku pun mulai berusaha mengajak mereka berbincang – bincang. Dari obrolan kami malam itu, aku  pun akhirnya mengetahui bahwa mereka adalah dua bersaudara. Sang kakak yang sempat mengenyam bangku sekolah hingga kelas 3 SD, kini berusia 11 tahun. Sedangkan adiknya yang berusia tiga tahun lebih muda, tidak pernah mengenyam pendidikan di banku sekolah sama sekali. Mereka terpaksa tidak sekolah karena ketidakmapuan ekonomi kedua orang tuanya. Ayah mereka adalah seorang preman yang sangat disegani di terminal Blok M. 

Mereka mengaku terpaksa bekerja sebagai pengamen karena dipaksa oleh ayahnya dan harus menyetor uang setiap harinya, atau mereka harus menerima hukuman dipukuli oleh ayahnya. Sementara ibu mereka bekerja sebagai pengemis dari satu orang ke orang yang lain di terminal sambil menggendong adik mereka yang masih bayi setiap hari. Meskipun mereka berbicara dengan gaya bahasa anak jalanan yang blak – blakan, namun aku bisa melihat sifat sopan satun mereka.  Saat kutanya apa cita – cita mereka, sang kakak dengan mantap menjawab ingin menjadi seorang musisi terkenal sementara sang adik hanya menggelengkan kepala sambil mengangkat bahu.

Setelah aku dan sang adik menghabiskan bakso di mangkok kami, sang kakak terlihat hanya mengaduk – aduk sendok di mangkoknya. Aku bertanya apakah dia tidak suka baksonya dan mau memesan menu yang lain, ia menolaknya. Kemudian ia meminta kepada sang penjual bakso untuk membungkusnya. Ia mengatakan bahwa di luar sana masih banyak teman – temannya  yang belum makan. Ia ingin membungkus bakso tadi dan membawanya untuk dibagi kepada teman – temannya. Sebuah jawaban singkat yang membuat jantungku berdebar dan dunia seolah berhenti berputar. Tak pernah terbayangkan sedikit pun di benakku akan bertemu seorang anak jalanan seperti ini, khususnya di jakarta. 

Dengan segudang permasalahan kehidupan yang ia hadapi dan tekanan dari kondisi yang ada, ia masih tetap memikirkan kondisi teman – temannya yang belum makan di luar sana. Ia yang seharusnya mengenyam pendidikan dan memperoleh kehidupan yang layak, namun ia malah menjadi seorang inspirator besar dalam kehidupanku. Tak perduli seberapa sulitnya keadaan, seberapa laparnya perut, atau seberapa beratnya masalah yang dihadapi, tetaplah menjadi hamba Tuhan yang sanggup dan rela berbagi.

Sebelum berpisah, aku sempat memberikan nomor HP ku kepada mereka dan meminta mereka menghubungiku kapan pun mereka mau jika membutuhkan pertolonganku. Malam itu, Tuhan telah memberikan aku banyak pelajaran besar melalui dua orang mahluknya yang luar biasa. Yaitu bagaimana kita harus bersyukur dengan selalu berbagi dengan orang orang lain. Tuhan memberikan rezekinya kepada siapapun yang Dia kehendaki tanpa putus dengan cara yang Dia inginkan. Akhirnya, dengan segala kepolosannya, mereka mengucapkan terima kasih sambil tersenyum dan meninggalkanku dengan membawa bungkusan bakso dan gitar mereka.

Sungguh, pengalaman di malam itu adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Jika saja anak – anak yang berbakat dan berhati mulia seperti mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan pengarahan yang baik, kelak mereka akan menjadi salah salah satu pilar – pilar yang meningkatkan pergerakan roda perekonomian bangsa. Tidak hanya di tanah air, tapi juga di tingkat Internasional.


"LOWONGAN KERJA TERPERCAYA dan NYATA"
DIGAJI TIAP BULAN CUMA DGN MENGINPUT DATA (NAMA & EMAIL).

CARA JOIN:
Klik banner di bawah ini,kemudian:
1. isi NAMA dan EMAIL AKTIF ANDA
2. klik menu JOIN NOW
3. Lalu isi kembali data di form secara lengkap dan benar.Yang perlu diperhatikan NAMA LENGKAP dan EMAIL AKTIF harus sesuai/sama dgn pertama kali Anda masuk/login di awal tadi.
MUDAH BUKAN!!!


KETIK NAMA dan EMAIL AKTIF ANDA untuk MASUK/LOGIN
Untuk Bukti dan Cara kerja selengkapnya KLIK gambar banner di atas.Raih kesuksesan demi masa depan anda.
slm sukses

Tidak ada komentar:

Posting Komentar